Minggu, 01 Juni 2014

FILSAFAT DAKWAH



A .Pengertian
Filsafat berasal dari bahasa yunani philosophia yang berasal dari kata philo dan shopia. Philo berarti cinta dan shopia berarti kebijaksanaan. Jadi filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Makna filsafat yang di pahamai oleh masyarakat Yunani tidak sederhana seperti arti filsafat yang diterjemahkan ke dalam bahasa inggris “the love of wisdom” , melainkan lebih pada usaha pencarian yang berhubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan  dalam bahasa lain lebih mengembangkan pada sikap cuiosity ( rasa ingin tahu ) yang dimiliki oleh manusia untuk mengungkapkan hakikat segala sesuatu yang ada.
Filsafat dapat dikatakan sebagai pengetahuan yang beersumber dari tradisi Islam yang memiliki nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Dengan pemahaman seperti ini, keberadaan filsafat menjadi penting bagi umat Islam.
B. Manfaat Filsafat
Dengan belajar filsafat, kita mendapatkan beberapa pengetahuan dan keterampilan sebagai berikut :
1.      Memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis
2.      Membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis
3.      Mampu berfikir secara logis dalam menangani masalah-masalah kehidupan yang selalu tak terduga.

Ada beberapa orang mengatakan bahwa filsafat itu “sulit, rumit, mumet, tak jelas” Benarakah filsafat sesulit anggapan orang-orang tesebut ? bisa iya bisa tidak. Namun, ibarat masuk sebuah rumah, kita akan kesulitan jika tak punya “kunci” pintu rumah tersebut. Nah begitu pula masuk ke rumah filsafat, ada kunci untuk terlibat dalam membaca  filsafat. Apakah kunci filsafat itu ?
Kunci filsafat adalah melibatkan manusia untuk berfikir secara mendalam, yaitu mengambil kebijakan, memecahkan masalah, mengembangkan kreativitas, da mempersiapkan masa depan. Semua individu yang berkeinginan menjalankan hidupya menjadi lebih survive. Pada titik inilah filsafat sebagai metode berfikir menjadi penting keberadaannya.
Demikian juga dalam mempelajari ajaran agama, filsafat memiliki peran yang sangat penting. Ketika kita masih kecil, belajar agama baru sebatas hafalan dan praktik secara langsung. Anak-anak belum memiliki kemampuan nalar secara kritis dan analisis dalam mempelajari agama. Berbeda dengan halnya mahasiswa , mereka tidak asal dalam menerima apa yang di ajarkan dosen atau orang tua. Mahasiswa akan melakukan kajian secara kritis dan mendalam, bahkan bisa melampaui batas kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, untu dapat mengarahkan mahasiswa atau orang yang ingin mendalamiajaran agama secara kritis dan logis dibutuhkn filsafat.
C.   Dakwah sebagai fenomena sosial
Sebagaian besar kegiatan umat Islam dihiasi dengan kegatan-kegiatan dakwah. Dalam media massa banyak sekali drama atau sinetron keagamaan yang mengisahkan tentang kehdupan umat yang berakhir dengan kebaikan atau kejahatan. Selain dalam media massa, mereka dapat menikmati kegiatan dakwah melalui bacaan-bacaan yang ada di surat kabar, majalah, buku atau internet yang dapat diakses di kantor, rumah atau cafe yang tumbuh di kota dan pinggiran kota.
Sementara pada masyarakat pedesaan dan sebagian masyarakat perkotaan, kegiatan dakwah begitu intensif dilakukan. Ada kegiatan majelis ta’lim, kultum ba’da shalat rawatib, kegiatan yasinan, barjanzi, peringatan hari besar Islam, tahlilan, aqiqah.
Kegiatan-kegiatan dakwah seperti yang disebutkan di atas bukan semata kegiatan yang bersifat transfer pengetahuan saja, di dalamnya muncul berbagai fenomena sosial yang dapat diteliti dan dijadikan sebagai bahan kajian dalam pengembangan keilmuan dakwah.
D.  Perkembangan Ilmu Dakwah
Dalam perkembangan dakwah dan keilmuannya, berasarkan informasi Al-Qur’an, tentu tidak lepas dari perkembangan dakwah pada era sebelum Rasullah. Langkah pertama yang dilakukan Rasullah dalam dakwah secara terang-terangan adalah mengumpulkan orang-orang arab di bukit Sofa dan beliau memberikan peringatan tentang siksa yang amat pedih dan mengajak umat masuk Islam. Langkah selanjutnya dilakukan berbagai strategi dakwah seprti tabligh, tarbiyah, tazkiyah, jihad, hijrah, pendirian Daulah Islamiyah, penegakan syariat Islam, dan sebagainya.
Setelah Rasullah wafat, aktifitas dakwah duarahkan pada perluasan dan penyebaran Islam ke berbagai wilayah di jazirah Arabiyah. Pada perkembangan selanjutnya, istilah dakwah mengalami pergeseran makna dari aktivitas penyebaran Islam menjadi gerakan politik ketika istilah dakwah mulai digunakan oleh Kubu Abbasiyah sebagai sebuah gerakan oposisi yag berupaya untuk menggulingkan pemerintahan Bani Umayyah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar