A .Pengertian
Filsafat berasal dari bahasa yunani philosophia yang
berasal dari kata philo dan shopia. Philo
berarti cinta dan shopia berarti kebijaksanaan. Jadi filsafat
berarti cinta kebijaksanaan. Makna filsafat yang di pahamai oleh masyarakat
Yunani tidak sederhana seperti arti filsafat yang diterjemahkan ke dalam bahasa
inggris “the love of wisdom” , melainkan lebih pada usaha pencarian yang
berhubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bahasa lain lebih mengembangkan pada
sikap cuiosity ( rasa ingin tahu ) yang dimiliki oleh manusia untuk mengungkapkan
hakikat segala sesuatu yang ada.
Filsafat dapat dikatakan sebagai pengetahuan yang beersumber dari
tradisi Islam yang memiliki nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Dengan
pemahaman seperti ini, keberadaan filsafat menjadi penting bagi umat Islam.
B. Manfaat
Filsafat
Dengan belajar filsafat, kita mendapatkan beberapa pengetahuan dan
keterampilan sebagai berikut :
1.
Memikirkan
suatu masalah secara mendalam dan kritis
2.
Membentuk
argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis
3.
Mampu
berfikir secara logis dalam menangani masalah-masalah kehidupan yang selalu tak
terduga.
Ada beberapa orang mengatakan bahwa filsafat itu “sulit, rumit,
mumet, tak jelas” Benarakah filsafat sesulit anggapan orang-orang tesebut ?
bisa iya bisa tidak. Namun, ibarat masuk sebuah rumah, kita akan kesulitan jika
tak punya “kunci” pintu rumah tersebut. Nah begitu pula masuk ke rumah
filsafat, ada kunci untuk terlibat dalam membaca filsafat. Apakah kunci filsafat itu ?
Kunci filsafat adalah melibatkan manusia untuk berfikir secara
mendalam, yaitu mengambil kebijakan, memecahkan masalah, mengembangkan
kreativitas, da mempersiapkan masa depan. Semua individu yang berkeinginan
menjalankan hidupya menjadi lebih survive. Pada titik inilah filsafat sebagai
metode berfikir menjadi penting keberadaannya.
Demikian juga dalam mempelajari ajaran agama, filsafat memiliki
peran yang sangat penting. Ketika kita masih kecil, belajar agama baru sebatas
hafalan dan praktik secara langsung. Anak-anak belum memiliki kemampuan nalar
secara kritis dan analisis dalam mempelajari agama. Berbeda dengan halnya mahasiswa
, mereka tidak asal dalam menerima apa yang di ajarkan dosen atau orang tua.
Mahasiswa akan melakukan kajian secara kritis dan mendalam, bahkan bisa
melampaui batas kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, untu dapat
mengarahkan mahasiswa atau orang yang ingin mendalamiajaran agama secara kritis
dan logis dibutuhkn filsafat.
C. Dakwah sebagai fenomena sosial
Sebagaian besar
kegiatan umat Islam dihiasi dengan kegatan-kegiatan dakwah. Dalam media massa
banyak sekali drama atau sinetron keagamaan yang mengisahkan tentang kehdupan
umat yang berakhir dengan kebaikan atau kejahatan. Selain dalam media massa,
mereka dapat menikmati kegiatan dakwah melalui bacaan-bacaan yang ada di surat
kabar, majalah, buku atau internet yang dapat diakses di kantor, rumah atau
cafe yang tumbuh di kota dan pinggiran kota.
Sementara pada
masyarakat pedesaan dan sebagian masyarakat perkotaan, kegiatan dakwah begitu
intensif dilakukan. Ada kegiatan majelis ta’lim, kultum ba’da shalat rawatib,
kegiatan yasinan, barjanzi, peringatan hari besar Islam, tahlilan, aqiqah.
Kegiatan-kegiatan
dakwah seperti yang disebutkan di atas bukan semata kegiatan yang bersifat
transfer pengetahuan saja, di dalamnya muncul berbagai fenomena sosial yang
dapat diteliti dan dijadikan sebagai bahan kajian dalam pengembangan keilmuan
dakwah.
D. Perkembangan
Ilmu Dakwah
Dalam
perkembangan dakwah dan keilmuannya, berasarkan informasi Al-Qur’an, tentu
tidak lepas dari perkembangan dakwah pada era sebelum Rasullah. Langkah pertama
yang dilakukan Rasullah dalam dakwah secara terang-terangan adalah mengumpulkan
orang-orang arab di bukit Sofa dan beliau memberikan peringatan tentang siksa
yang amat pedih dan mengajak umat masuk Islam. Langkah selanjutnya dilakukan
berbagai strategi dakwah seprti tabligh, tarbiyah, tazkiyah, jihad, hijrah,
pendirian Daulah Islamiyah, penegakan syariat Islam, dan sebagainya.
Setelah
Rasullah wafat, aktifitas dakwah duarahkan pada perluasan dan penyebaran Islam
ke berbagai wilayah di jazirah Arabiyah. Pada perkembangan selanjutnya, istilah
dakwah mengalami pergeseran makna dari aktivitas penyebaran Islam menjadi
gerakan politik ketika istilah dakwah mulai digunakan oleh Kubu Abbasiyah
sebagai sebuah gerakan oposisi yag berupaya untuk menggulingkan pemerintahan
Bani Umayyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar